Data berasal dari sumbernya
Kehadiran, siswa, PTK, akademik, dan sarpras diperbarui oleh sekolah melalui proses kerja normal.
Hubungkan sekolah binaan dalam dashboard agregat yang membantu Dinas memahami kondisi nyata, menemukan kebutuhan lebih cepat, dan menyusun kebijakan berdasarkan data operasional sekolah.
Data lahir dari kegiatan sekolah sehari-hari, bukan laporan tambahan yang harus diketik ulang. ASIS mengolahnya menjadi indikator wilayah tanpa mengambil alih operasional sekolah.
Kehadiran, siswa, PTK, akademik, dan sarpras diperbarui oleh sekolah melalui proses kerja normal.
Informasi yang relevan diringkas berdasarkan sekolah, jenjang, kecamatan, kabupaten/kota, atau provinsi.
Indikator dan peringatan membantu Dinas menemukan sekolah atau wilayah yang memerlukan dukungan.
Tren sebelum dan sesudah program dapat dibandingkan dengan data yang konsisten dan dapat ditelusuri.
Dashboard dapat disesuaikan dengan kewenangan dan prioritas Dinas, mulai dari gambaran eksekutif hingga penelusuran indikator per satuan pendidikan.
Dinas dapat melihat ringkasan, tren, perbandingan, dan detail sesuai hak aksesnya.
Status, jenjang, kepemilikan, unit, lokasi, akreditasi, kapasitas, dan direktori sekolah.
Sekolah · Jenjang · WilayahJumlah aktif, calon murid, mutasi, kelulusan, gender, usia, domisili, dan pendidikan kesetaraan.
Demografi · Mobilitas · TrenJumlah, distribusi unit, status, mata pelajaran, beban mengajar, dan kebutuhan tenaga.
Distribusi · Rasio · KebutuhanPresensi siswa dan PTK, keterlambatan, alpa, tren harian, serta perbandingan wilayah.
Harian · Bulanan · PeringatanRombel, kurikulum, capaian, nilai agregat, rapor, kelulusan, PKL, dan program sekolah.
Capaian · Evaluasi · KelulusanGedung, ruang, aset, kondisi, kapasitas, kebutuhan pemeliharaan, dan distribusi fasilitas.
Kondisi · Kapasitas · KebutuhanOrganisasi, ekstrakurikuler, kegiatan, BK, pola pelanggaran, dan tindak lanjut.
Partisipasi · Pencegahan · DukunganKelengkapan data, aktivitas sistem, pembaruan laporan, layanan digital, dan adopsi modul.
Kualitas Data · Adopsi · LayananAturan indikator dapat disesuaikan oleh Dinas. Sistem menandai kondisi yang membutuhkan perhatian, bukan mengambil keputusan secara otomatis.
Akses Dinas dirancang berjenjang. Data personal tetap dilindungi, sekolah tetap menjalankan operasionalnya, dan setiap aktivitas penting tercatat.
Dashboard utama menampilkan indikator ringkas. Detail tersedia hanya jika relevan dan diizinkan.
Provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, pengawas, dan sekolah memperoleh ruang akses berbeda.
Arsitektur multi-tenant menjaga data setiap sekolah tetap berada dalam konteksnya.
Akses dan perubahan penting dicatat agar dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan.
Sekolah memperbarui datanya sendiri; Dinas dapat memantau kelengkapan dan status verifikasi.
Gratis tidak mengurangi enkripsi, backup, pengaturan peran, atau perlindungan data.
Transformasi tidak harus dimulai serentak. Dinas dapat menguji pola kerja pada sekolah percontohan, mengevaluasi, lalu memperluas dengan dukungan Edukator.
Tentukan tujuan, indikator, jenjang, wilayah, dan kesiapan sekolah.
Aktifkan sekolah percontohan dan validasi alur data lapangan.
Latih operator, guru, pimpinan, dan pengawas bersama Edukator.
Tambahkan sekolah dan wilayah berdasarkan hasil evaluasi pilot.
Pantau kualitas data, adopsi, indikator, dan dampak kebijakan.
Mendukung sosialisasi, pelatihan, onboarding, dan pendampingan sekolah dengan model gotong royong.
Pelajari program Edukator →Laporan dapat disaring berdasarkan periode, wilayah, jenjang, status sekolah, dan indikator. Ekspor digunakan ketika data perlu dibahas di luar dashboard.
PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA, SMK/MAK, SLB, PKBM, Paket A/B/C, sekolah reguler, dan sekolah berasrama dapat berada dalam pandangan wilayah yang sama. Perguruan tinggi segera hadir.
Diskusikan kebutuhan, indikator, tata kelola akses, dan strategi implementasi wilayah bersama tim ASIS.