Input sekali
Data murid, guru, kelas, dan layanan tidak perlu diketik ulang pada setiap modul.
ASIS menyatukan seluruh perjalanan pendidikan—dari calon murid mendaftar, guru mengajar, orang tua memantau, sekolah melayani, hingga Dinas menyusun kebijakan—dalam satu aliran data yang utuh.
Data induk dan proses operasional dikelola sekolah, lalu tersedia bagi layanan lain sesuai kewenangan.
Gunakan klik, Tab, atau tombol panah untuk menjelajahi aktor.ASIS tidak memaksa seluruh warga sekolah bekerja di layar yang sama. Setiap peran memperoleh ruang kerja sesuai kebutuhannya, tetapi semuanya bertemu pada sumber data yang sama.
Data murid, guru, kelas, dan layanan tidak perlu diketik ulang pada setiap modul.
Perubahan yang sah tersedia bagi bagian lain sesuai alur dan kewenangannya.
Setiap pengguna hanya melihat dan mengelola informasi yang menjadi tanggung jawabnya.
Aktivitas sehari-hari berubah menjadi laporan dan bahan keputusan yang berguna.
Pilih perjalanan untuk melihat bagaimana informasi berpindah antarperan dan layanan tanpa kehilangan sumber maupun batas aksesnya.
Formulir dan berkas dikirim melalui SPMB.
Sekolah memeriksa data dan menetapkan penerimaan.
Data diteruskan menjadi identitas murid aktif.
Kelas, pembelajaran, dan administrasi siap digunakan.
Keluarga memperoleh akses sesuai hubungan wali.
ASIS memisahkan data setiap sekolah dan mengatur akses berdasarkan peran. Dinas menerima tampilan agregat sesuai kewenangan, bukan kebebasan membuka seluruh data personal.
Segmentasi layanan membuat ASIS mudah dipahami tanpa memecahnya menjadi aplikasi yang terisolasi.
Pusat identitas dan operasional sekolah: profil, unit, SPMB, murid, guru, rombel, organisasi, ekstrakurikuler, BK, berita, dan riwayat kelembagaan.
Menyatukan kalender akademik, jadwal, presensi KBM, jurnal mengajar, Kurikulum Merdeka dan K13, e-Rapor, LMS, CBT, P5, PKL, serta pembiasaan spiritual.
Memberi orang tua dan wali akses yang jernih terhadap kehadiran, perkembangan belajar, rapor, tagihan, pengumuman, serta notifikasi penting anak.
Mengelola keuangan, tabungan, aset, persuratan, kepegawaian, dokumen, inventaris, impor-ekspor, audit aktivitas, dan laporan operasional sekolah.
Menghubungkan identitas digital dengan kartu pelajar, QR, RFID/NFC, fingerprint, pengenalan wajah, akses layanan, perpustakaan, serta transaksi kantin cashless.
Mengubah data lintas layanan menjadi dashboard, tren, peringatan dini, dan laporan bagi pimpinan, yayasan, serta Dinas sesuai kewenangan.
ASIS dibangun untuk seluruh orang yang menjaga pendidikan tetap berjalan. Masing-masing mendapat pengalaman yang relevan, tanpa kehilangan hubungan dengan bagian lain.
Mode pantau untuk membaca kondisi sekolah dan mengambil keputusan.
Mengelola data, layanan harian, dokumen, dan operasional unit.
Mengajar, mencatat, menilai, dan mendampingi perkembangan murid.
Belajar, mengikuti kegiatan, dan mengakses layanan sekolah.
Memahami perkembangan anak dan terhubung dengan sekolah.
Mengelola organisasi, kepanitiaan, dan ekstrakurikuler.
Menjaga riwayat, jejaring, dan kontribusi setelah kelulusan.
Mengelola produk dan transaksi cashless sesuai ruang usaha sekolah.
Memantau unit pendidikan dalam lingkup kewenangan lembaga.
Melihat agregasi wilayah untuk dukungan dan kebijakan.
Mengampanyekan, mengajarkan, dan mendampingi adopsi ASIS.
Sekolah tidak harus menyalakan segala hal sekaligus. Modul khusus dapat diaktifkan ketika relevan, tanpa memisahkan data atau mengganti sistem.
Gedung, kamar, pembina, penghuni, kegiatan, presensi, dan kehidupan sekolah berasrama.
Opsional per sekolahToko, produk, stok, saldo siswa, transaksi, serta pantauan pengeluaran oleh keluarga.
Opsional per sekolahMitra DUDI, penempatan, jurnal, monitoring, kompetensi, dan penilaian praktik kerja SMK.
Khusus SMK/MAKCatatan hafalan, pembiasaan, capaian, predikat, dan integrasi ke laporan perkembangan.
Opsional per sekolahQR, RFID/NFC, fingerprint, wajah, atau GPS terhubung pada identitas yang sama.
Bebas memilih perangkatAgregasi sekolah, peta, kehadiran, akademik, sarpras, laporan, dan peringatan dini wilayah.
Untuk instansi pendidikanSekolah boleh mencetak smart card sendiri atau membeli kartu, fingerprint, laptop, dan perangkat lain dari penyedia mana pun. ASIS tidak mewajibkan pembelian hardware dari ASIS.
Hubungan ini dirancang untuk memperkuat pelayanan, bukan mengambil alih operasional sekolah. Data aktivitas sekolah diolah menjadi indikator agregat yang membantu Dinas memahami kebutuhan wilayah.
Lihat rancangan untuk Dinas →Aplikasi tetap gratis. Sekolah, keluarga, alumni, mitra, dan relawan dapat berkontribusi dengan cara yang paling sesuai bagi mereka.
Sekolah menggunakan seluruh aplikasi melalui antrean aktivasi tanpa biaya lisensi.
Masuk daftar tunggu →Kontribusi tahunan untuk prioritas layanan dan keberlanjutan pengembangan ASIS.
Lihat pilihan dukungan →Orang tua, guru, siswa, alumni, atau siapa pun dapat menghadiahkan dukungan.
Hadiahkan Premium →Kampanyekan, ajarkan, dampingi sekolah, dan dapatkan bayaran dari kegiatan pelatihan.
Pelajari program →Gunakan ASIS secara gratis dan hubungkan setiap bagian sekolah dalam satu aliran kerja yang lebih manusiawi.