Pembaruan ini memperkuat ASIS sebagai sistem informasi sekolah yang lebih mudah diakses sejak proses pendaftaran. Sekolah bisa mulai dari data Dapodik, guru dan orang tua bisa menautkan akun dengan lebih praktis, dan edukator mendapat ruang kerja untuk membantu implementasi aplikasi sekolah gratis maupun layanan premium ASIS.
- Alur pendaftaran dan onboarding ASIS dibuat lebih terarah. Pengguna kini diarahkan melalui pilihan maksud akun, pemilihan keanggotaan, dan langkah lanjutan sesuai perannya, sehingga calon sekolah, guru, orang tua, maupun edukator tidak masuk ke proses yang sama rata.
- Pendaftaran sekolah mendapat halaman dan form yang lebih lengkap, termasuk pencarian NPSN dan pengisian data dari Dapodik. Ini membantu calon pengguna sistem informasi sekolah memulai dari data sekolah yang lebih akurat tanpa banyak input manual.
- Program edukator mulai dibangun dengan dashboard, aktivitas, pelatihan, referral, mentoring sekolah, materi edukator, dan pengelolaan payout. Dari sisi operasional, ASIS mulai punya jalur khusus untuk pendamping yang membantu sekolah memakai aplikasi manajemen sekolah secara bertahap.
- Direktori publik edukator ditambahkan. Profil edukator dapat dilengkapi dengan informasi wilayah dan data publik yang relevan, sehingga sekolah lebih mudah menemukan pendamping implementasi ASIS di daerahnya.
- Klaim akun guru lewat WhatsApp mulai tersedia. Guru dapat mengajukan klaim, diverifikasi melalui WhatsApp, lalu ditautkan ke data guru dan keanggotaan sekolah yang sesuai, termasuk skenario guru yang terkait dengan lebih dari satu sekolah.
- Login berbasis WhatsApp OTP ditambahkan. Pengguna bisa masuk ke ASIS dengan nomor WhatsApp melalui kode sekali pakai, lalu melengkapi profil onboarding agar akun dapat ditautkan ke sekolah, guru, atau wali yang relevan.
- Penautan akun melalui nomor telepon dan email dibuat lebih otomatis. Sistem menambahkan layanan khusus untuk mencocokkan akun pengguna dengan data guru atau wali, menyinkronkan nomor, email, dan status verifikasi agar proses klaim tidak terlalu manual.
- Email pengguna dinormalisasi melalui kolom
email_canonical, termasuk dukungan validasi alias Gmail. Ini membantu mencegah akun ganda dalam sistem informasi sekolah yang sebenarnya memakai alamat email yang setara. - Pengelolaan sekolah di level root diperluas dengan dukungan impersonasi berbasis RBAC. Admin yang berwenang dapat mengelola atau memeriksa konteks sekolah dengan kontrol akses yang lebih jelas.
- Interaksi situs utama diperbaiki melalui JavaScript navigasi, footer, dan animasi saat scroll. Dampaknya terasa pada halaman publik ASIS yang lebih hidup dan responsif tanpa mengubah inti alur kerja.