Guru Pembimbing Khusus GPK: Peran di Sekolah Inklusi
Peran guru pembimbing khusus GPK di sekolah inklusi: tugas harian, kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua, dokumen PPI, serta cara sekolah mendukungnya.
Pendidikan bilingual tuli memadukan BISINDO dan bahasa Indonesia tulis. Mengapa diajar lisan saja membuat murid Tuli tertinggal, dan apa peran sekolah.
Pada akhir Juni 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pijar Foundation meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk murid Tuli. Pendidikan bilingual tuli ini memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan.
Langkah ini penting karena selama bertahun-tahun banyak murid Tuli diajar dengan pendekatan lisan saja, dan hasilnya sering tidak sesuai harapan. Tulisan ini menjelaskan apa itu pendidikan bilingual tuli, mengapa pendekatan lisan saja membuat murid tertinggal, dan apa yang bisa dilakukan sekolah.
Pendidikan bilingual tuli memakai dua bahasa secara sengaja:
Prinsipnya sederhana: murid memahami konsep lebih dulu lewat bahasa yang ia kuasai, lalu memakai pemahaman itu untuk belajar membaca dan menulis.
Murid dengar menyerap ribuan kata sebelum masuk sekolah. Murid Tuli yang hanya diajar lisan harus lebih dulu belajar membaca gerak bibir dan berbicara sebelum bisa memahami isi pelajaran. Waktu belajar habis untuk mengakses bahasa, bukan untuk memahami materi.
Banyak bunyi dalam bahasa Indonesia terlihat mirip di bibir. Murid harus menebak sebagian besar kata. Di kelas yang ramai, dengan guru yang sering menghadap papan tulis, tebakan itu makin sulit.
Membaca membutuhkan fondasi bahasa. Tanpa bahasa pertama yang kuat, murid kesulitan memahami teks, meskipun ia bisa melafalkan kata-katanya.
Murid yang terus tertinggal karena hambatan bahasa sering dianggap kurang mampu. Padahal masalahnya ada pada akses, bukan pada kecerdasan.
Menurut data Kemendikdasmen yang disampaikan saat peluncuran program, terdapat sekitar 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus, dan sekitar 217 ribu di antaranya sudah belajar di sekolah inklusif. Artinya, banyak murid berkebutuhan khusus, termasuk murid Tuli, kini duduk di kelas reguler. Kesiapan guru di sekolah reguler menjadi kunci.
Masalah murid Tuli yang tertinggal menunjukkan satu hal yang lebih luas: sekolah sering hanya melihat angka, sementara hambatan yang sebenarnya tidak tercatat. ASIS dibangun dengan visi agar setiap anak dikenali utuh, termasuk cara ia berkomunikasi dan belajar.
Di ASIS, guru dapat menulis catatan perkembangan setiap murid, sehingga kemajuan kecil seperti bertambahnya kosakata atau keberanian bertanya tidak hilang. Orang tua bisa membaca catatan itu lewat ASIS Mobile dan ikut mendampingi di rumah. Data murid cukup dicatat sekali, lalu dipakai untuk presensi, nilai, dan rapor, sehingga guru punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan pembelajaran yang ramah bagi murid Tuli.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusif. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis di Google Play. Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama. Daftarkan sekolah Anda di asis.id.
Sumber: RRI – Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Bilingual Murid Tuli; Kompas – Kolaborasi Pendidikan Bilingual untuk Tuli.
Peran guru pembimbing khusus GPK di sekolah inklusi: tugas harian, kolaborasi dengan guru kelas dan orang tua, dokumen PPI, serta cara sekolah mendukungnya.
Apa itu sistem informasi pondok pesantren? Pengertian, komponen, cara kerja dari data santri sampai laporan, dan manfaatnya bagi pengasuh, ustaz, dan wali.
Contoh berita acara rapat kenaikan kelas siap pakai: format lengkap, cara mengisi tiap bagian, lampiran wajib, dan kesalahan yang sering terjadi.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.