smktikwt.sch.id – Perjalanan menuju lokasi perkemahan dengan berjalan kaki ternyata tak meluluhkan semangat para peserta calon terlantik Pramuka Penegak Bantara Gugus Depan SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten dan SMK Nusa Taruna 02 Kawunganten. Perkemahan ini akan berlangsung dari Kamis hingga Sabtu, 24-26 Maret 2016 di Lapangan Satu Atap Desa Cikedondong, Kecamatan Bantarsari,  Cilacap, Jawa Tengah.

Meski ada beberapa peserta yang kelelahan, hingga pingsan di tengah jalan karena menempuh perjalanan cukup jauh (> 5 Km), seluruh peserta akhirnya berhasil mencapai lokasi pada pukul 12.23 WIB. Peserta yang baru hadir memberikan laporan kepada petugas per sangga, sebelum akhirnya mereka dipersilahkan untuk melaksanakan sholat berjamaah di masjid terdekat.

Pukul 13.10 WIB, peserta telah mulai mendirikan tenda. Didampingi pembimbing masing-masing, mereka nampak antusias bergotong-royong mendirikan tenda. Meskipun berbagai area pendirian tenda banyak digenangi air, mereka tetap mendirikan tenda.

Seusai makan bersama, sekitar pukul 14.34 WIB dimulailah upacara pembukaan. Pembina upacara kali ini adalah kak Toni Diana, selaku ketua Gugus Depan mewakili kak Mabigus yang berhalangan hadir.

Upacara pembukaan ini dihadiri juga oleh Kwaran Kawunganten, Dewan Kerja Ranting (DKR) Kawunganten, serta para pembina dari kedua Gugus Depan yang kesemuanya berjumlah 11 orang.

“Ini adalah kedua kalinya, sekolah kita mengadakan perkemahan di sini, di lapangan ini,” kak Toni bercerita dalam sambutannya. “Pada tahun 2012, kakak kelas kalian pernah mengadakan pelantikan Bantara di sini. Mungkin masyarakat di sini masih ingat, ada SMK di Kawunganten yang mengadakan perkemahan di Lapangan Satu Atap empat tahun silam,” lanjutnya.

Kak Toni berbesan kepada seluruh peserta dan panitia agar menjaga sikap dan sopan santun. Karena sebagai tamu, harus sopan kepada tuan rumahnya (warga masyarakat sekitar lokasi perkemahan). Acara perkemahan akhirnya dibuka secara resmi oleh Kak Toni dengan mengetuk microphone 3 kali diiringi tepuk tangan seluruh peserta. Penyematan tanda peserta secara simbolis, mengakhiri upacara pembukaan perkemahan pada sore hari itu.