Foto: Rudi Allan

Kawunganten – Jum’at (06/03/2015), pukul 07:00 SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan untuk jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Peserta UKK merupakan kelas XII TKJ 1 dan XII TKJ 2, yang total berjumlah 43 siswa.

Peserta dibagi dalam 3 kloter, masing-masing 15 kloter pertama, 15 kloter kedua, dan 13 kloter ketiga. Kloter pertama dan kedua dilaksanakan pada Jum’at (06/03/2015), sedangkan kloter ketiga dilaksanakan pada Sabtu (07/03/2015).

Paket yang diambil oleh SMK Tarbiyatul Islam adalah paket 3 menggunakan sistem operasi Debian 6.0. Waktu yang disediakan untuk masing-masing siswa adalah 4 jam. Namun beberapa siswa dapat menyelesaikannya hanya dalam waktu 30 menit. Di antranya adalah dari kloter 1: Eri Febrianto (selesai dalam waktu 30 menit), Dzikron Nur Kholis (40 menit), Ruhin Maksum (40 menit), Nurkholis (40 menit), dan dari kloter 2, Amin Ma’ruf mampu menyelesaikannya dalam waktu 30 menit juga.

Penguji dalam UKK kali ini adalah Wawan (35) dari SMK Negeri 1 Cilacap, sebagai penguji internal, Wijayanto (38), owner Java Computer Cilacap (Apkomindo) sebagai penguji eksternal.

Afif Ausof, peserta dari kelas XII TKJ 1 mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dan bangga dapat menyelesaikan praktik kejuruan. “Hal ini dapat melatih diri kita memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Senada dengan Afif, Eri Febrianto, dari kelas yang sama mengungkapkan, “Saya merasa senang karena saya dapat menyelesaikan ujian ini dengan hasil pekerjaan saya sendiri.” Eri melanjutkan, hal ini didapatkannya karena usahanya selalu belajar dari kesalahan. Eri berharap agar kelak adik-adik kelasnya dapat mengikuti jejaknya.

Wijayanto, selaku Penguji Eksternal dari Apkomindo mengungkapkan kesan-kesannya ketika masuk ke SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten. “Hebat, lumayan, gedungnya sudah bagus, siswanya banyak, halamannya luas, setelah selesai ujian, siswa-siswa bisa mengerjakan,” katanya. Wijayanto berbesan pada para siswa agar belajar dengan baik, manfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya. “Jadi, fasilitasnya untuk SMK TI sudah bagus, siswa juga harus memanfaatkan yang ada dengan baik,” lanjutnya.

M. Nasirudin (27), sebagai Guru SMK TI dirinya merasa bangga siswa-siswinya dapat mengerjakan ujian praktik kejuruan dengan baik. “Saya kira siswa akan mengalami kesulitan, tapi dari waktu yang disediakan 4 jam, hanya dalam waktu 30 menit ada yang sudah keluar,” ungkapnya haru. “Saya sangat bersyukur, Alhamdulillh,” tutupnya.

Silahkan simak video liputannya berikut ini:

Samsul Ma’arif

Foto: Rudi Allan

Kawunganten – Jum’at (06/03/2015), pukul 07:00 SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten melaksanakan Ujian Kompetensi Kejuruan untuk jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Peserta UKK merupakan kelas XII TKJ 1 dan XII TKJ 2, yang total berjumlah 43 siswa.

Peserta dibagi dalam 3 kloter, masing-masing 15 kloter pertama, 15 kloter kedua, dan 13 kloter ketiga. Kloter pertama dan kedua dilaksanakan pada Jum’at (06/03/2015), sedangkan kloter ketiga dilaksanakan pada Sabtu (07/03/2015).

Paket yang diambil oleh SMK Tarbiyatul Islam adalah paket 3 menggunakan sistem operasi Debian 6.0. Waktu yang disediakan untuk masing-masing siswa adalah 4 jam. Namun beberapa siswa dapat menyelesaikannya hanya dalam waktu 30 menit. Di antranya adalah dari kloter 1: Eri Febrianto (selesai dalam waktu 30 menit), Dzikron Nur Kholis (40 menit), Ruhin Maksum (40 menit), Nurkholis (40 menit), dan dari kloter 2, Amin Ma’ruf mampu menyelesaikannya dalam waktu 30 menit juga.

Penguji dalam UKK kali ini adalah Wawan (35) dari SMK Negeri 1 Cilacap, sebagai penguji internal, Wijayanto (38), owner Java Computer Cilacap (Apkomindo) sebagai penguji eksternal.

Afif Ausof, peserta dari kelas XII TKJ 1 mengungkapkan bahwa dirinya merasa senang dan bangga dapat menyelesaikan praktik kejuruan. “Hal ini dapat melatih diri kita memanfaatkan teknologi dengan sebaik-baiknya,” lanjutnya.

Senada dengan Afif, Eri Febrianto, dari kelas yang sama mengungkapkan, “Saya merasa senang karena saya dapat menyelesaikan ujian ini dengan hasil pekerjaan saya sendiri.” Eri melanjutkan, hal ini didapatkannya karena usahanya selalu belajar dari kesalahan. Eri berharap agar kelak adik-adik kelasnya dapat mengikuti jejaknya.

Wijayanto, selaku Penguji Eksternal dari Apkomindo mengungkapkan kesan-kesannya ketika masuk ke SMK Tarbiyatul Islam Kawunganten. “Hebat, lumayan, gedungnya sudah bagus, siswanya banyak, halamannya luas, setelah selesai ujian, siswa-siswa bisa mengerjakan,” katanya. Wijayanto berbesan pada para siswa agar belajar dengan baik, manfaatkan fasilitas yang ada dengan sebaik-baiknya. “Jadi, fasilitasnya untuk SMK TI sudah bagus, siswa juga harus memanfaatkan yang ada dengan baik,” lanjutnya.

M. Nasirudin (27), sebagai Guru SMK TI dirinya merasa bangga siswa-siswinya dapat mengerjakan ujian praktik kejuruan dengan baik. “Saya kira siswa akan mengalami kesulitan, tapi dari waktu yang disediakan 4 jam, hanya dalam waktu 30 menit ada yang sudah keluar,” ungkapnya haru. “Saya sangat bersyukur, Alhamdulillh,” tutupnya.

Silahkan simak video liputannya berikut ini:

Samsul Ma’arif